Gelar Operasi Wirawaspada, Tim Gabungan Perketat Pengawasan Orang Asing di Kawasan Wisata Lombok Barat
Gelar Operasi Wirawaspada, Tim Gabungan Perketat Pengawasan Orang Asing di Kawasan Wisata Lombok Barat
LOMBOK BARAT (10 April 2026) – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban administrasi keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram bersama Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Lombok Barat menggelar operasi pengawasan serentak bertajuk “Operasi Wirawaspada”, Jumat (10/4).
Operasi yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia ini menyasar sejumlah titik strategis di Lombok Barat, khususnya akomodasi wisata yang dikelola atau dimiliki oleh warga negara asing (WNA).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Mataram, Bapak Wirahadi Saputra. Operasi ini tidak hanya melibatkan unsur Keimigrasian dari Kantor Imigrasi Mataram dan Kanwil Kemenkumham NTB, tetapi juga memperkuat sinergi dengan anggota TIMPORA lainnya, mulai dari unsur TNI, Polri, perwakilan kementerian/lembaga, serta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat.
Terdapat tiga lokasi utama yang menjadi fokus pemeriksaan kali ini, yaitu: The Chandi Boutique Resort & Spa, Puri Mas Beach Resort, Qunci Villas Resort.
Ketiga lokasi tersebut dipilih sebagai sasaran operasi karena status kepemilikannya yang terafiliasi dengan orang asing, sehingga memerlukan pemantauan rutin guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Kedepankan Sisi Humanis
Dalam arahannya sebelum memulai operasi, Ketua Tim Operasi, Wirahadi Saputra, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya pelanggaran keimigrasian di wilayah Lombok Barat. Ia juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh anggota tim agar tetap menjaga citra pariwisata daerah.
“Saya harapkan seluruh anggota tim dapat melaksanakan operasi ini dengan profesional dan penuh tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Saya juga berpesan, utamakan rasa humanis dalam menjalankan operasi pengawasan ini mengingat operasi dilakukan di daerah wisata,” ujar Wirahadi Saputra.
Hasil Operasi dan Edukasi APOA
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tim gabungan tidak menemukan adanya pelanggaran baik dari sisi dokumen keimigrasian maupun izin tinggal para WNA yang berada di lokasi. Para pengelola resort dinilai kooperatif dan telah mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
Selain melakukan pengecekan dokumen fisik, tim juga berdialog dengan pengelola penginapan mengenai kendala dalam penggunaan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Petugas memberikan edukasi serta mengingatkan kembali kewajiban pemilik atau pengelola penginapan untuk selalu melaporkan keberadaan orang asing yang menginap secara real-time melalui aplikasi tersebut.
Operasi Wirawaspada ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan bahwa kehadiran warga negara asing di Lombok Barat memberikan manfaat positif bagi pembangunan daerah tanpa mengabaikan aspek hukum dan kedaulatan negara.







