Perkuat Sinergi di Pintu Masuk Negara, Imigrasi Mataram Gelar Sosialisasi Peraturan Keimigrasian Seputar Penanggung Jawab Alat Angkut
Perkuat Sinergi di Pintu Masuk Negara, Imigrasi Mataram Gelar Sosialisasi Peraturan Keimigrasian Seputar Penanggung Jawab Alat Angkut

Mataram, 12 Agustus 2025 — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai Peraturan Keimigrasian Terkait Kewajiban Penanggung Jawab Alat Angkut dan Biaya Beban Keimigrasian. Acara ini berlangsung di Hotel Astoria dan dihadiri oleh berbagai stakeholder penting, seperti perwakilan dari Bea Cukai, Karantina Kesehatan, Kesyahbandaran, pengelola bandara dan pelabuhan, Kepolisian serta agen di bidang jasa pelayaran dan penerbangan.
Acara dibuka oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian, Gunawan Kuntoro, yang dalam hal ini mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram. Dalam sambutannya, Gunawanmenekankan bahwa bandara dan pelabuhan adalah bagian strategis dari sistem perlintasan negara.
“Bandara dan pelabuhan merupakan bagian dari sistem perlintasan negara yang sangat strategis. Dari hal tersebut, penanggung jawab alat angkut—baik maskapai, agen perjalanan, maupun operator transportasi—menjadi sangat penting dan tak terpisahkan dari pelaksanaan tugas keimigrasian” ujar Gunawan.
Setelah dibuka, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang mendalam. Sosialisasi ini membahas secara rinci mengenai definisi, tanggung jawab, larangan, serta konsekuensi berupa biaya beban dan sanksi pidana yang dapat dikenakan kepada penanggung jawab alat angkut. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada semua pihak terkait.
Ditemui dalam kesempatan berbeda, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar, menjelaskan tujuan utama dari sosialisasi ini.
“Tujuan sosialisasi ini adalah untuk membangun pemahaman bersama, menyamakan persepsi, dan memperkuat koordinasi antara Imigrasi dengan para pelaku transportasi, agen, serta stakeholder lainnya,” pungkas Mirza.
Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan pengawasan di pintu masuk negara dapat berjalan lebih efektif dan efisien.







