Selasa, 04 Agustus 2020    Hotline (0370) 632520

Paspor Hilang, Denda Rp 1 Juta Menanti

MATARAM-Paspor merupakan dokumen negara yang 'dipinjamkan' kepada masyarakat. Oleh karenanya masyarakat wajib merawat dengan baik dokumen tersebut. Sayangnya masih ada sebagian masyarakat yang kurang peduli terhadap paspor, seperti merusak paspor, baik sengaja atau tidak sengaja atau menghilangkan paspor.
"Paspor ibarat nyawa kedua kita di luar negeri, karenanya harus dijaga baik saat digunakan maupun tidak digunakan. Kalau paspor sampai hilang, biaya beban atau denda sudah menanti yakni Rp 1 juta dan dibayarkan kepada negara," tegas Plt. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Armand Armada Yoga Surya di sela kegiatan 'Sosialisasi Biaya Beban Paspor Hilang dan Rusak' yang dikemas dalam kegiatan Car Free Day Udayana di depan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Minggu (22/12). Sosialisasi ini untuk menyebarkan informasi Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang salah satu butir pasalnya menjelaskan tentang biaya beban paspor hilang dan rusak.
Sosialisasi tersebut dikemas dengan kegiatan senam bersama, pembagian suvenir dan sarapan gratis. Petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram juga menyebarkan brosur terkait informasi tersebut.
Armand menjelaskan, selain biaya beban atau denda paspor hilang, ada juga biaya beban untuk paspor rusak yakni Rp 500.000. Pihaknya meminta agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap paspor seperti menyimpan paspor di lemari jika tidak digunakan dan menyimpan di tas kecil yang mudah diakses saat digunakan di luar negeri.
"Yang paling penting dan harus menjadi perhatian adalah, meskipun paspor sudah habis masa berlaku (expired), harus tetap disimpan. Sebab, paspor lama tersebut menjadi salah satu syarat untuk penggantian paspor. Ini yang sering kami lihat, sebagian masyarakat yang abai terhadap paspor lama bahkan parahnya ada yang dibuang karena berpikir itu sudah tidak berlaku," terang Armand.
Armand mengajak kepada masyarakat Lombok agar peduli terhadap paspor. Dokumen negara tersebut harus dijaga, jangan sampai rusak apalagi hilang. (Humas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram/Junianto Budi Setyawan)