Minggu, 26 Januari 2020    Hotline (0370) 632520

3 WNA Terjaring Razia di Hotel, Diduga Terlibat Prostitusi

Jakarta - Tiga warga negara asing (WNA) terjaring razia di hotel di daerah Jakarta Pusat. Ketiganya diduga terlibat prostitusi yang diundang wanita WNI. Pihak Imigrasi sedang mendalami kasus ini.

Ketiganya awalnya terjaring razia Satpol PP pada Rabu (31/7). WNA berinisial HA (17) dan SM (15) asal Afganistan serta DC (42) dari Nigeria itu lalu diserahkan ke pihak Imigrasi.

"Ketiga WNA tersebut didapati di dua kamar hotel bersama wanita asal Indonesia. Diduga mereka bukan pasangan yang sah," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat Is Edy Eko Putranto dalam konferensi pers di kantornya, Gunung Sahari Utara, Kecamatan Kemayoran, Kamis (8/8/2019).

Ketiga WNA itu tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasiannya saat dirazia. Ketika diperiksa lebih lanjut di kantor Imigrasi, Is Edy menjelaskan, HA dan SM memiliki kartu UNHCR. Sementara DC di ketahui telah tinggal melebihi izin yang diberikan kepadanya (overstay).

"Dari hasil percakapan di alat komunikasinya, HA dan SM diundang wanita Indonesia untuk datang ke hotel tersebut," kata Is Edy.

Dua WNA asal Afganistan itu diketahui merupakan pengungsi yang berada di bawah naungan LSM Save The Children. Keduanya akan dikembalikan ke penampungan untuk dibina.

"Dua WNA yang asal Afganistan nantinya akan dikembalikan ke shelter penampungan pengungsi di daerah Mampang. Mereka akan dibina, sementara WNA asal Nigeria akan dilakukan tindakan administratif," imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat Ruhiyat Tolib mengatakan dugaan kasus prostitusi yang menjerat ketiga WNA tersebut tidak bisa dilakukan penindakan begitu saja oleh Imigrasi. Imigrasi hanya memberikan rekomendasi.

"Bila melakukan tindak pidana seperti merampok, mencuri, dan lain-lain, baru bisa dihukum," kata Ruhiyat.
(idh/hri)

SUMBER : https://news.detik.com